Saya pernah mengikuti ceramah singkat tentang bahasa kasih, isinya cukup bagus dan membuka mata untuk mebina hubungan komunikasi kasih antara orang tua dan anak. Inti dari materinya memberikan pencerahan dalam membina komunikasi kasih yang efektif antara orang tua dan anak karena setiap individu anak memerlukan media dan cara yang tepat untuk merasa disayang oleh orang tuanya.
Kasih sayang ibarat bahan bakar yang menjadi pengerak dan motivasi bersikap bagi anak. Kalau bahan bakarnya habis maka kendaraan akan mogok dan berhenti, nah sebelum bahan bakarnya habis perlu diisi ulang terlebih dahulu. Isi ulang kasih sayang terhadap anak ini sebenarnya adalah sesuatu yang secara harian sudah dilakukan oleh orang tua, tetapi permasalahannya adalah sang anak tetap merasakan kurang kasih sayang walaupun orang tua sudah merasa memberikan secara optimum. Nah...jika kejadiannya seperti ini, terdapat ‘gap’ antara pengertian kasih sayang yang diberikan oleh orang tua dan penerimaan hal tersebut oleh si anak. Dampak dari hal ini bisa bermacam-macam mulai dari ngambek, tidak mau mendengar bahkan melawan orang tua, sampai potensi terjerumusnya anak kepada aktivitas-aktivitas yang negative.
Kenali Karakter anak,
Secara umum ada 3 media bagi sang anak untuk menangkap informasi dari luar, media tersebut adalah visual, lisan dan gerak (kinestetik). Masing-masing anak mampu menangkap informasi dari ke tiga media tersebut akan tetapi biasanya ada salah satu yang lebih dominan dianta yang lain.
-Visual, anak lebih dapat menangkap informasi dari apa yang dilihat. Tulisan dan gambar merupakan icon yang gampang diingat dan dimengerti olehnya.
-Lisan, anak lebih mudah menangkap informasi dari apa yang dia dengar. Kata-kata yang disampaikan mudah diserap dan diingat oleh sang anak.
-Gerak, anak lebih mudah menyerap informasi dari gerakan yang dirasakan dan diikuti olehnya.
Untuk mempermudah pengertian terhadap 3 karakter di atas dapat disimak dari contoh berikut ; perintahnya adalah ‚buanglah sampah pada tempatnya’. Perintah ini bagi anak visual lebih gampang kalau ditirukan oleh orang tua, mulai dari mengambil sampah yang tercecer lalu memasukkannya ke dalam tempat sampah. Bagi anak lisan, mereka cukup diperintah dan akan bergerak melakukannya. Sedangkan anak dengan tipe gerak, mereka harus dituntun tangannya mengambil sampah dan ‚digiring’ oleh orang tua menuju tempat sampah untuk membuangnya.
Dari sisi akademis, anak dengan tipe visual dan lisan tidak akan terlalu mengalami kesulitan dalam pelajaran disekolah formal, tetapi hal ini berbeda dengan anak kinestetik karena pola pendidikan kita belum mengakomodir metode pengajaran yang efektif buat mereka.
Cari bahasa kasih yang sesuai dengan karakter anak
Dengan menyadari bahwa anak setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda maka orang tua harus jeli melihat cara penyampaian kasih sayang yang cocok untuk mereka. Berikut adalah beberapa contoh metode yang dapat diaplikasikan sesuai dengan karakter anak;
1.Pujian; untuk anak dengan tipe lisan relatif merasa disayangi dengan kata pujian dari orang tuanya. Akan tetapi tidak semua anak nyaman dengan kata pujian, sebagian mungkin merasa risih dengan kata-kata yang disampaikan. Pujian yang disampaikan haruslah yang bersifat positive dan memberikan motivasi kepada anak untuk lebih baik lagi. Jangan memberikan pujian yang bisa menyebabkan anak jadi besar kepala dan angkuh.
2.Hadiah; hadiah bersifat umum, mungkin anak dengan semua karakter akan senang jika diberi hadian oleh orang tuanya.
3.Sentuhan; anak-anak dengan tipe kinestetik mungkin akan lebih menikmati sentuhan dari orang tuanya dibandingkan anak dengan tipe yang lainnya.
4.Pelukan; pelukan merupakan cara umum untuk menyampaikan kasih sayang orang tua kepada anak, tetapi bagi sebagian anak terutama dengan tipe gerak, mereka malah merasa tidak nyaman dengan hal ini.
5.Quality time; kebutuhan akan Quality time ini kadang terlontar dari anak tetapi tidak disadari oleh orang tua. Sinyal yang muncul mungkin bisa disampaikan sbb;
- mama/papa bisa nga’ kita jalan keluar dengan ‚kakak’ saja.
- Mama/Papa, temenin tidur sebentar saja...
Terkadang anak membutuhkan waktu personal dengan orang tua dan tidak diganggu oleh saudara yang lainnya.
6.Service; erat kaitannya dengan pelayanan orang tua terhadap kebutuhan sehari-hari anak. Tetapi diluar yang rutin yang telah diberikan, terkadang untuk menunujukkan kasih sayang orang tua dapat memberikan service lebih. Contoh: dalam hal mempersiapkan makan, sang ibu tiba-tiba mempersiapkan masakan yang paling disukai oleh sang anak.
Ada baiknya Kita sebagai orang tua merenung dan menganalisa kembali hal-hal yang terkait sinyal-sinyal dan bahasa kasih yang dibutuhkan oleh anak. Hal ini penting agar komunikasi kasih sayang menjadi efektif, serta tangki kasih sang anak selalu penuh sehingga mereka tidak mencari-cari lagi dari sumber yang lain. By :David Chandra
Sumber: Smart Parenting (Forum Komunikasi Ortu Cerdas) I
>
Senin, 05 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar